Kasur dan Jutaan Tungau Debu, Fakta yang Sering Diabaikan
Last updated: 8 Sept 2025
365 Views

Kasur adalah tempat kita menghabiskan sepertiga waktu dalam sehari untuk beristirahat, tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa seiring berjalannya waktu, kasur bisa menjadi rumah bagi jutaan tungau debu. Tungau debu adalah organisme mikroskopis yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun keberadaannya dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki alergi atau asma.
Tungau debu berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang hangat, lembap, dan penuh serpihan kulit matikondisi yang sempurna ada di kasur. Setiap malam, tubuh manusia melepaskan jutaan sel kulit mati yang menjadi makanan utama tungau debu. Dalam waktu beberapa tahun, jumlah tungau di kasur bisa mencapai jutaan, bahkan berat kasur dapat bertambah beberapa kilogram akibat penumpukan tungau dan kotorannya.
Keberadaan tungau debu tidak hanya mengganggu kenyamanan tidur, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Gejala yang paling umum meliputi bersin, hidung tersumbat, mata berair, hingga sesak napas pada penderita asma. Bagi sebagian orang, paparan tungau debu jangka panjang dapat memperburuk kondisi alergi dan mengganggu kualitas tidur, membuat tubuh terasa lemas di pagi hari.
Untuk mengurangi jumlah tungau debu, perawatan kasur secara rutin sangat penting. Membersihkan kasur dengan vacuum berfilter HEPA, menjemur kasur di bawah sinar matahari, mencuci sprei dan sarung bantal secara teratur dengan air panas, serta menggunakan pelindung kasur anti-tungau adalah langkah-langkah sederhana yang efektif. Selain itu, mengganti kasur setiap tujuh hingga sepuluh tahun juga direkomendasikan untuk menjaga kebersihan dan kualitas tidur.
Kasur yang bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga tentang kesehatan. Menyadari bahwa kasur bisa menampung jutaan tungau debu membuat kita lebih peduli terhadap kebersihan tempat tidur, sehingga tidur menjadi lebih nyenyak dan tubuh lebih segar untuk beraktivitas keesokan harinya. *
Related Content
Albert Einstein dikenal sebagai ilmuwan jenius yang mengubah dunia lewat teori relativitasnya. Namun, sedikit yang tahu bahwa di balik kejeniusannya, Einstein punya kebiasaan tidur yang tidak biasa.
28 Nov 2025
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia, tetapi bagi para tahanan kamp konsentrasi Nazi di masa Perang Dunia II, tidur menjadi kemewahan yang hampir mustahil.
24 Nov 2025
Di banyak negara, tertidur di tempat umum sering dianggap tidak sopan, tanda lelah berlebihan, atau bahkan malas. Namun di Jepang, fenomena ini justru memiliki makna berbeda.
21 Nov 2025



