Share

Inemuri, Tradisi Tidur di Tempat Umum yang Justru Dianggap Tanda Rajin di Jepang

Last updated: 21 Nov 2025
101 Views
Di banyak negara, tertidur di tempat umum sering dianggap tidak sopan, tanda lelah berlebihan, atau bahkan malas. Namun di Jepang, fenomena ini justru memiliki makna berbeda. Tradisi yang disebut Inemurisecara harfiah berarti hadir tapi tiduradalah bagian dari budaya kerja dan sosial yang sudah mengakar sejak lama.
 
Inemuri bukan sekadar kebiasaan tertidur di kereta atau kantor. Ia merupakan bentuk kehadiran sosial yang unik: seseorang boleh tertidur di depan umum, asalkan tetap terlihat hadir secara mental. Artinya, tubuh boleh beristirahat, tetapi secara simbolis ia masih ada dalam kegiatan sosial atau pekerjaan. Fenomena ini muncul dari budaya disiplin Jepang yang menilai kerja keras sebagai nilai moral tertinggi. Tidur di tempat kerja, di kelas, atau bahkan di rapat, sering ditafsirkan bukan sebagai kurang sopan, melainkan sebagai bukti bahwa seseorang sudah bekerja sangat keras hingga kelelahan.
 
Peneliti budaya dari Cambridge University, Dr. Brigitte Steger, dalam bukunya Inemuri: Sleeping While Present menjelaskan bahwa inemuri adalah salah satu contoh bagaimana Jepang membentuk batas kabur antara kerja dan istirahat. Inemuri bukan sekadar tidur, tulis Steger, melainkan pernyataan sosial bahwa seseorang berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan publik, bahkan ketika tubuhnya tidak aktif. Karena itu, di Jepang tidak jarang terlihat pegawai tertidur di meja kantor, mahasiswa menunduk di kelas, atau penumpang tertidur pulas di keretasemuanya diterima sebagai hal wajar.
 
Budaya ini berakar dari etos kerja Jepang pasca-Perang Dunia II, ketika masyarakat sangat menekankan produktivitas dan pengabdian kepada perusahaan. Orang yang bekerja hingga larut malam sering kali tidur sejenak di transportasi umum sebelum melanjutkan aktivitasnya. Data dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan bahwa rata-rata warga Jepang hanya tidur sekitar 6 jam 22 menit per malamsalah satu yang terendah di duniasehingga inemuri menjadi semacam kompensasi alami.
 
Namun, meski inemuri dianggap halus dan bisa diterima di ruang publik, Jepang tetap memiliki batas norma. Tidur sambil rebahan di taman, atau mengorok keras di tempat umum, tetap dianggap tidak pantas. Inemuri dihargai ketika dilakukan dengan kesopanan visual: duduk tegak, menunduk ringan, tanpa mengganggu orang lain.
 
Fenomena inemuri kini banyak menarik perhatian dunia karena menggambarkan sisi paradoks masyarakat Jepang: sangat disiplin dan pekerja keras, namun tetap memberikan ruang bagi tubuh untuk beristirahat kapan saja, di mana saja. Banyak peneliti melihatnya sebagai simbol adaptasi budaya terhadap tekanan moderncara manusia menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kebutuhan biologis untuk tidur.
 
Di tengah dunia kerja yang makin menuntut efisiensi, inemuri seolah menjadi cermin bahwa istirahat bukan bentuk kemalasan, tetapi bukti pengorbanan. Seperti kata pepatah Jepang, Nemuri mo shigoto no uchi tidur pun bagian dari kerja. *

Related Content
Rahasia Pola Tidur Albert Einstein: Tidur Panjang, Pikiran Cemerlang
Albert Einstein dikenal sebagai ilmuwan jenius yang mengubah dunia lewat teori relativitasnya. Namun, sedikit yang tahu bahwa di balik kejeniusannya, Einstein punya kebiasaan tidur yang tidak biasa.
28 Nov 2025
Fakta Kelam Pola Tidur Korban Kamp Konsentrasi Nazi
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia, tetapi bagi para tahanan kamp konsentrasi Nazi di masa Perang Dunia II, tidur menjadi kemewahan yang hampir mustahil.
24 Nov 2025
Tidur Berkelompok, Tradisi Kuno yang Masih Bertahan di Suku Afrika dan Amazon
Penelitian dari Universitas Duke yang dimuat dalam jurnal Current Biology pada 2017 menemukan bahwa anggota suku Hadza memiliki pola tidur bergiliran secara alami.
16 Nov 2025
icon-whatsapp
Merdeka Furniture
Typically replies in a few hours
Bagaimana saya bisa membantu Anda?
Start Chat
Compare product
0/4
Remove all
Compare