Share

Fenomena Mengerikan Saat Tidur Ini Pernah Dialami 4 dari 10 Orang di Dunia !

Last updated: 29 Dec 2025
25 Views
Fenomena tindihan atau yang secara medis disebut sleep paralysis merupakan salah satu gangguan tidur yang sering dialami banyak orang di seluruh dunia. Kondisi ini membuat seseorang terbangun secara sadar, tetapi tidak mampu menggerakkan tubuh atau berbicara selama beberapa detik hingga beberapa menit. Di Indonesia, banyak orang masih mengaitkan tindihan dengan gangguan makhluk halus, padahal secara ilmiah, hal ini memiliki penjelasan yang jelas dan logis.
 
Secara medis, tindihan terjadi ketika seseorang terbangun di fase tidur yang disebut REM (Rapid Eye Movement) tahap di mana mimpi terjadi dan tubuh dalam kondisi lumpuh sementara agar tidak bertindak sesuai isi mimpi. Masalah muncul ketika otak bangun lebih dulu, tetapi tubuh belum sepenuhnya sadar. Akibatnya, seseorang akan merasakan dirinya sadar penuh, namun tubuhnya tak bisa digerakkan. Kondisi inilah yang sering digambarkan seperti ada beban berat di dada atau seperti ditindih makhluk halus.
 
Gejala yang muncul biasanya berupa rasa sesak, sulit bernapas, tidak bisa berbicara, dan terkadang disertai halusinasi seperti melihat bayangan hitam atau mendengar suara aneh di sekitar. Fenomena ini sangat menakutkan karena otak sudah sepenuhnya sadar, sementara tubuh masih dalam keadaan terkunci. Dalam kebanyakan kasus, tindihan berlangsung antara sepuluh detik hingga dua menit, lalu tubuh kembali bisa bergerak seperti biasa.
 
Menurut penelitian dari Journal of Sleep Research, fenomena tindihan disebabkan oleh ketidaksinkronan antara aktivitas otak dan tubuh saat transisi dari tidur ke bangun. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sleep paralysis, di antaranya kurang tidur, stres berlebih, kelelahan fisik, tidur dengan posisi telentang, perubahan jadwal tidur, serta konsumsi kafein atau alkohol sebelum tidur. Orang yang bekerja dengan jam malam atau sering begadang juga lebih rentan mengalami hal ini karena terganggunya ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
 
Fenomena tindihan bukanlah hal mistis, melainkan gabungan antara mimpi dan kesadaran yang terjadi secara bersamaan. Saat itu, otak bagian visual masih aktif setengahnya, sehingga menghasilkan halusinasi yang terasa sangat nyata. Hal inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang mengaku melihat sosok bayangan hitam atau merasa ada sesuatu yang menindih dadanya. Dalam pandangan medis, semua itu hanyalah reaksi otak yang belum sepenuhnya lepas dari fase mimpi.
 
Untuk mengatasi dan mencegah tindihan, para ahli menyarankan agar seseorang menjaga pola tidur yang teratur dengan waktu istirahat minimal tujuh hingga delapan jam setiap malam. Hindari posisi tidur telentang dan pilih posisi miring karena dapat membantu sirkulasi udara serta mengurangi tekanan pada dada. Kurangi stres dengan meditasi, relaksasi, atau olahraga ringan sebelum tidur. Selain itu, hindari konsumsi kopi, alkohol, dan rokok pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur. Bila tindihan terjadi terlalu sering atau disertai gangguan tidur lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis saraf atau klinik gangguan tidur untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
Dalam berbagai budaya, fenomena tindihan memiliki nama dan tafsir yang berbeda-beda. Di Jepang, masyarakat menyebutnya kanashibari, sedangkan di Amerika Latin dikenal dengan sebutan se me subió el muerto atau arwah yang menindih tubuh. Di Eropa abad pertengahan, orang menyebutnya night hag, menggambarkan roh jahat perempuan yang duduk di dada seseorang yang sedang tidur. Di Indonesia sendiri, istilah ketindihan sudah melekat kuat dan sering dikaitkan dengan kisah mistis. Padahal, semua fenomena tersebut memiliki dasar fisiologis yang sama dan bisa dijelaskan dengan ilmu kedokteran modern.
 
Kesimpulannya, fenomena tindihan bukanlah gangguan supranatural, melainkan proses biologis yang terjadi ketika otak dan tubuh tidak bergerak selaras saat tidur. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, terutama mereka yang kurang tidur, stres, atau memiliki pola hidup yang tidak teratur. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan pola hidup sehat, tindihan dapat dicegah dan dikendalikan. Jika suatu malam kamu terbangun dan tidak bisa bergerak, ingatlah bahwa tubuhmu hanya butuh waktu beberapa detik untuk menyesuaikan diri dengan kesadaran penuh. Tenangkan diri, atur napas, dan tunggu sampai tubuhmu kembali pulih. Fenomena ini mungkin menakutkan, tetapi tidak berbahaya.*

Related Content
Trik Tidur Cepat Ala Tentara Amerika dalam 2 Menit
Sulit tidur di malam hari adalah masalah yang dialami banyak orang, terutama di era serba sibuk dan penuh tekanan seperti sekarang.
14 Jan 2026
Benarkah Gula Lebih Berbahaya dari HIV?
Pernyataan bahwa gula lebih berbahaya daripada HIV sempat ramai diperbincangkan di berbagai forum kesehatan dan media sosial.
20 Dec 2025
Pola Tidur Presiden Prabowo Subianto, Disiplin Militer yang Bertahan Hingga Istana
Tidak banyak pemimpin dunia yang dikenal memiliki kebiasaan tidur ekstrem seperti Presiden Prabowo Subianto.
13 Dec 2025
icon-whatsapp
Merdeka Furniture
Typically replies in a few hours
Bagaimana saya bisa membantu Anda?
Start Chat
Compare product
0/4
Remove all
Compare