Share

PICA Fest 2025: Panggung Kreativitas Fashion, Musik, dan Kuliner Bali

Last updated: 25 Jul 2025
635 Views
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014, PICA Fest (Paradise Island Clothing Association Festival) telah tumbuh menjadi salah satu festival kreatif paling berpengaruh dan paling dinantikan di Bali. Ide awal muncul dari komunitas pengusaha clothing indie Bali yang ingin menciptakan sebuah ajang tahunan dengan tujuan utama memperkuat brand lokal. Kini, PICA Fest telah menjadi event paduan antara fashion dan musik terbesar di Pulau Bali

Festival ini biasanya berlangsung selama empat hari setiap pertengahan tahun, biasanya antara Juli dan Agustus dan diselenggarakan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Tahun 2025 PICA Fest kembali hadir pada tanggal 24 hingga 27 Juli, dengan target pengunjung mencapai sekitar 100.000 orang selama empat hari penyelenggaraan.

Sejak tahun 2022, PICA Fest makin dikenal karena mengusung tiga pilar utama: fashion, musik, dan kuliner. Tercatat lebih dari 100 booth clothing, plus ratusan merek lokal dan nasional yang ikut berpartisipasi, mengisi area festival dengan ragam gaya streetwear dan desain kreatif khas Bali. Puluhan hingga ratusan musisi, baik dari kancah lokal maupun nasional, tampil di panggung mulai dari pop, rock, indie, hingga balutan subkultur Bali. Belum lagi berbagai stand makanan khas nusantara yang turut memeriahkan suasana.

Tahun 2025 membawa warna baru dengan kolaborasi budaya tradisional Bali termasuk pertunjukan genjek, liku, rindik, dan joged bumbung serta program ramah lingkungan melalui PICA Waste Department. Inisiatif ini berjalan bersama komunitas seperti Bersih Bersih Bali dan Pesona Plastik, bertujuan mengurangi sampah plastik dan mendukung target kebijakan Bali bebas sampah plastic.

Selain itu, festival ini diperkuat oleh dukungan pemerintahan daerah. Gubernur Bali Wayan Koster mendorong agar festival menjadi panggung produk UMKM lokal serta menerapkan pembatasan penggunaan air minum kemasan plastik berukuran di bawah 1 liter, selaras dengan Surat Edaran Gubernur Bali No.9 Tahun2025 tentang gerakan Bali bersih sampah.

Sepanjang perjalanan, PICA Fest juga tampil sebagai forum masyarakat kreatif Bali. Keberadaannya menyatukan pelaku industri fashion, musisi, seniman, hingga komunitas otomotif dan esport, sambil menyediakan panggung bagi lebih dari 100 seniman Bali untuk tampil berdampingan dengan nama-nama besar nasional. Tahun 2025, musisi seperti Hindia, .Feast, TipeX, Yura Yunita, Superman Is Dead, hingga kolaborasi pelbagai komunitas tampil memeriahkan acara

PICA Fest bukan hanya festival besar, melainkan juga gerakan sosial dan budaya yang memperkuat ekosistem kreatif Bali. Melalui permeated, event ini memberi pengakuan dan ruang tumbuh bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor kreatif terutama clothing lokal yang sebelumnya sulit menjangkau pasar besar.

Event ini bukan hanya perayaan fashion dan musik semata, melainkan juga bukti kekompakan generasi muda dalam menjadikan Bali sebagai pusat kreativitas yang tetap lestari dan responsif terhadap isu lingkungan.

Kalau kamu datang ke PICA Fest dan ingin lengkapi kamar atau rumahmu dengan kasur dan furniture berkualitas, jangan lupa mampir ke Merdeka Furniture!
Kami menyediakan pilihan kasur dari merek premium seperti King Koil, Serta, dan Florence serta beragam furnitur dengan harga termurah se-Bali. Belanja langsung di toko kami atau kunjungi online shop kami sekarang juga!
Nyamanin hidup, mulai dari kasur berkualitas!

Related Content
Rahasia Pola Tidur Albert Einstein: Tidur Panjang, Pikiran Cemerlang
Albert Einstein dikenal sebagai ilmuwan jenius yang mengubah dunia lewat teori relativitasnya. Namun, sedikit yang tahu bahwa di balik kejeniusannya, Einstein punya kebiasaan tidur yang tidak biasa.
28 Nov 2025
Fakta Kelam Pola Tidur Korban Kamp Konsentrasi Nazi
Tidur adalah kebutuhan dasar manusia, tetapi bagi para tahanan kamp konsentrasi Nazi di masa Perang Dunia II, tidur menjadi kemewahan yang hampir mustahil.
24 Nov 2025
Inemuri, Tradisi Tidur di Tempat Umum yang Justru Dianggap Tanda Rajin di Jepang
Di banyak negara, tertidur di tempat umum sering dianggap tidak sopan, tanda lelah berlebihan, atau bahkan malas. Namun di Jepang, fenomena ini justru memiliki makna berbeda.
21 Nov 2025
icon-whatsapp
Merdeka Furniture
Typically replies in a few hours
Bagaimana saya bisa membantu Anda?
Start Chat
Compare product
0/4
Remove all
Compare