Tidur 37 Tahun Tanpa Bangun, Ini Dia Faktanya
Last updated: 10 Aug 2026
23 Views

Jika rekor tidak tidur dipegang oleh Randy Gardner selama 11 hari, maka pertanyaan berikutnya adalah: berapa lama manusia bisa tidur paling lama? Walaupun tidak sepopuler eksperimen begadang, ternyata ada beberapa kasus ekstrem tentang manusia yang tertidur dalam waktu sangat lama, baik karena kondisi medis maupun faktor psikologis.
Salah satu kasus paling terkenal adalah Elaine Esposito, seorang gadis asal Florida, Amerika Serikat, yang tercatat sebagai Sleeping Beauty terlama dalam sejarah medis. Ia tertidur pada tahun 1941 setelah menjalani operasi usus buntu dan tidak pernah benar-benar terbangun selama 37 tahun hingga meninggal dunia pada tahun 1978. Kondisi yang dialami Elaine dikenal sebagai koma non-responsif jangka panjang, yang sering dikaitkan dengan kerusakan sistem saraf pusat atau gangguan otak parah.
Kasus serupa juga terjadi pada Terry Wallis dari Arkansas, AS, yang mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1984 dan koma selama 19 tahun, sebelum akhirnya terbangun pada tahun 2003. Ketika sadar, Terry langsung menyapa ibunya seolah waktu tidak pernah berlalu. Kasus ini menjadi perhatian dunia kedokteran karena menunjukkan kemampuan luar biasa otak manusia untuk bertahan meskipun dalam kondisi tidur selama hampir dua dekade.
Namun, jika berbicara tentang tidur alami terlama tanpa kondisi medis, maka jawabannya berbeda. Menurut laporan Medical Daily dan The Guardian, tidur terlama yang pernah dicatat secara alami (tanpa obat atau koma) adalah sekitar 11 hari, dialami oleh seorang remaja Inggris bernama Nicole Delien, yang mengidap Kleine-Levin Syndrome (KLS) atau disebut juga Sleeping Beauty Syndrome. Dalam kondisi ini, penderitanya bisa tidur hingga 18 jam per hari selama berminggu-minggu, bahkan ada laporan bahwa Nicole pernah tertidur terus-menerus selama 11 hari tanpa bangun sepenuhnya.
Fenomena seperti KLS masih menjadi misteri dalam dunia kedokteran. Para ahli neurologi menduga sindrom ini disebabkan oleh gangguan pada hipotalamus, bagian otak yang mengatur tidur dan nafsu makan. Meskipun tidak mematikan, KLS dapat mengganggu kehidupan sosial dan pendidikan penderitanya karena episode tidur panjang bisa muncul secara tiba-tiba.
Dalam dunia hewan, rekor tidur terlama justru jauh lebih ekstrem. Beruang kutub, misalnya, bisa tidur atau berhibernasi hingga 7 bulan penuh selama musim dingin tanpa makan dan minum. Sedangkan siput gurun (Helix aspersa) tercatat mampu tidur panjang selama tiga tahun dalam kondisi ekstrem untuk bertahan dari kekeringan.
Jadi, meskipun manusia tidak bisa tidur selama berbulan-bulan seperti hewan, kasus-kasus medis seperti Elaine Esposito dan Nicole Delien menunjukkan bahwa tidur panjang bisa terjadi karena gangguan saraf, bukan karena kelelahan biasa. Tubuh manusia memang dirancang untuk tidur sekitar 79 jam setiap malam lebih atau kurang dari itu dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental. *
Kasus serupa juga terjadi pada Terry Wallis dari Arkansas, AS, yang mengalami kecelakaan mobil pada tahun 1984 dan koma selama 19 tahun, sebelum akhirnya terbangun pada tahun 2003. Ketika sadar, Terry langsung menyapa ibunya seolah waktu tidak pernah berlalu. Kasus ini menjadi perhatian dunia kedokteran karena menunjukkan kemampuan luar biasa otak manusia untuk bertahan meskipun dalam kondisi tidur selama hampir dua dekade.
Namun, jika berbicara tentang tidur alami terlama tanpa kondisi medis, maka jawabannya berbeda. Menurut laporan Medical Daily dan The Guardian, tidur terlama yang pernah dicatat secara alami (tanpa obat atau koma) adalah sekitar 11 hari, dialami oleh seorang remaja Inggris bernama Nicole Delien, yang mengidap Kleine-Levin Syndrome (KLS) atau disebut juga Sleeping Beauty Syndrome. Dalam kondisi ini, penderitanya bisa tidur hingga 18 jam per hari selama berminggu-minggu, bahkan ada laporan bahwa Nicole pernah tertidur terus-menerus selama 11 hari tanpa bangun sepenuhnya.
Fenomena seperti KLS masih menjadi misteri dalam dunia kedokteran. Para ahli neurologi menduga sindrom ini disebabkan oleh gangguan pada hipotalamus, bagian otak yang mengatur tidur dan nafsu makan. Meskipun tidak mematikan, KLS dapat mengganggu kehidupan sosial dan pendidikan penderitanya karena episode tidur panjang bisa muncul secara tiba-tiba.
Dalam dunia hewan, rekor tidur terlama justru jauh lebih ekstrem. Beruang kutub, misalnya, bisa tidur atau berhibernasi hingga 7 bulan penuh selama musim dingin tanpa makan dan minum. Sedangkan siput gurun (Helix aspersa) tercatat mampu tidur panjang selama tiga tahun dalam kondisi ekstrem untuk bertahan dari kekeringan.
Jadi, meskipun manusia tidak bisa tidur selama berbulan-bulan seperti hewan, kasus-kasus medis seperti Elaine Esposito dan Nicole Delien menunjukkan bahwa tidur panjang bisa terjadi karena gangguan saraf, bukan karena kelelahan biasa. Tubuh manusia memang dirancang untuk tidur sekitar 79 jam setiap malam lebih atau kurang dari itu dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental. *
Related Content
Ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945, dunia menyaksikan kehancuran yang belum pernah ada sebelumnya. Puluhan ribu nyawa melayang seketika
26 Oct 2025
Banyak orang mencari resep hidup sehat dan panjang umur, mulai dari pola makan, olahraga, hingga gaya hidup seimbang.
19 Oct 2025
Seiring berjalannya waktu, kasur bisa menjadi rumah bagi jutaan tungau debu
8 Sept 2025



